Perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi (IPTEK) sangat mempengaruhi perkembangan bahasa
Indonesia. Dengan berkembangnya IPTEK yang cepat ini dapat membuat pergeseran
pada bahasa Indonesia. Sehingga perkembangan IPTEK memiliki dampak positif dan
negatinfnya bagi perkembangan bahasa Indonesia.
Kata kunci : IPTEK, bahasa Indonesia, media massa.
Bahasa
adalah ilmu yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari khususnya dalam
berkomunikasi dengan orang lain. Bahasa juga merupakan media untuk menyampaikan
maksud ataupun keinginan kita untuk dimengerti oleh orang lain. Menurut Gorys Keraf (1997 : 1), “Bahasa
adalah alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang
dihasilkan oleh alat ucap manusia”. Selain
itu Menurut Felicia (2001 : 1), “Dalam berkomunikasi sehari-hari, salah satu
alat yang paling sering digunakan adalah bahasa, baik bahasa lisan maupun
bahasa tulis”. Sehingga
bahasa merupakan hal yang penting bagi semua orang untuk berkomunikasi dengan
masyarakat lainnya.
Seperti
halnya bahasa Indonesia yang berfungsi sebagai media untuk menyampaian suatu
hal, ide, pendapat, maksud dan tujuan kita kepada orang lain agar mereka bisa memahami apa yang kita inginkan atau
yang kita terangkan. Dalam penggunaan bahasa Indonesia tentu ada aturan-aturan
dalam pengucapan dan penulisannya yang sudah ada di dalam Kamus Besar Bahasa
Indonesia (KBBI). Sehingga kita dalam menggunakan bahasa Indonesia sepatutnya
harus memperhatikan aturan-aturan yang sudah ditentukan
sesuai dengan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD).
Bahasa Indonesia
mempunyai kedudukan yang sangat penting, seperti yang tercantum pada bagian
ketiga Sumpah Pemuda yang berbunyi “Kami Putra dan Putri Indonesia menjunjung
bahasa persatuan, bahasa Indonesia”. Ini berarti bahwa bahasa Indonesia
berkedudukan sebagai bahasa nasional. Dengan kata lain kedudukannya
berada diatas bahasa – bahasa daerah. Selain itu, didalam Undang-Undang Dasar
(UUD) 1945 tercantum pasal khusus (BAB XV, pasal 36) mengenai kedudukan bahasa
Indonesia yang menyatakan bahwa bahasa Negara ialah bahasa Indonesia. Pertama,
bahasa Indonesia berkedudukan sebagai bahasa nasional sesuai dengan sumpah
pemuda 1928. Kedua, bahasa Indonesia berkedudukan sebagai bahasa Negara sesuai
dengan undang – undang dasar 1945.
Di dalam kedudukannya yang sudah tertera di atas sebagai
bahasa nasional dan bahasa Negara, bahasa Indonesia juga berfungsi sebagai :
1.
Bahasa
resmi kenegaraan.
Sebagai
bahasa resmi kenegaraan, bahasa Indonesia dipakai didalam segala upacara,
peristiwa dan kegiatan kenegaraan baik dalam bentuk lisan maupun dalam bentuk
tulisan. Termasuk kedalam kegiatan-kegiatan itu adalah penulisan dokumen-dokumen
dan putusan-putusan serta surat-surat yang dikeluarkan oleh pemerintah dan
badan-badan kenegaraan lainnya, serta pidato-pidato kenegaraan.
2.
Lambang
identitas nasional.
Sebagai lambang identitas nasional. Dimana bahasa Indonesia
kita junjung disamping bendera dan lambang Negara kita. Di dalam melaksanakan
fungsi ini bahasa Indonesia tentulah harus memiliki identitasnya sendiri pula
sehingga ia serasi dengan lambang kebangsaan kita yang lain. Bahasa Indonesia
dapat memiliki identitasnya hanya apabila masyarakat/pemakainya dapat
mengembangkannya sedemikian rupa sehingga bersih dari campuran bahasa-bahasa
asing.
3.
Bahasa
pengantar didalam dunia pendidikan.
Didalam kedudukannya sebagai bahasa Negara, bahasa Indonesia
merupakan bahasa pengantar di lembaga-lembaga pendidikan mulai dari Taman
Kanak-kanak (TK) sampai dengan perguruan tinggi diseluruh Indonesia.
4. Alat perhubungan antar warga, antar
daerah, dan antar suku.
Sebagai bahasa nasional, tentu bahsa Indonesia berfungsi sebagai
alat perhubungan antar warga, antar daerah, dan antar suku bangsa. Berkat adanya
bahasa nasional, kita dapat berhubungan satu dengan yang lain sedemikian rupa
sehingga kesalah pahaman sebagai akibat perbedaan latar belakang sosial budaya
dan bahasa tidak perlu dikhawatirkan. kita dapat bepergian dari pelosok yang satu
ke pelosok yang lain di tanah air kita dengan hanya memanfaatkan bahasa
Indonesia sebagai satu-satunya alat komunikasi.
5. Lambang kebanggaan kebangsaan.
Sebagai warga Negara Indonesia, tentu kita seharusnya bangga
dengan identitas bangsa yaitu bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia adalah bahasa
asli yang kita miliki, sehingga kita sapatutnya harus tetap melestarikan bahasa
Indonesia dengan selalu tetap menggunakan bahasa Indonesia secara baik dan
benar sesuai Ejaan Yang Disempurnakan (EYD).
Selain fungsi yang
sudah diterangkan diatas, bahasa Indonesia di dalam struktur budaya ternyata
memiliki kedudukan, fungsi, dan peran ganda, yaitu sebagai akar dan produk
budaya yang sekaligus berfungsi sebagai sarana berfikir dan sarana pendukung
pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tanpa peran bahasa
tersebut, ilmu pengetahuan dan teknologi tidak akan dapat berkembang.
Implikasinya di dalam pengembangan daya nalar, menjadikan bahasa sebagai
prasarana berfikir modern. Oleh karena itu, jika cermat dalam menggunakan
bahasa, kita akan cermat pula dalam berfikir karena bahasa merupakan cermin
dari daya nalar (pikiran).
Eksistensi bahasa
Indonesia pada era globalisasi sekarang ini, mengharuskan jati diri bahasa
Indonesia perlu dibina dan dimasyarakatkan oleh setiap warga negara Indonesia.
Hal ini diperlukan agar bangsa Indonesia tidak terbawa arus oleh pengaruh
budaya asing yang tidak sesuai dengan bahasa dan budaya bangsa Indonesia.
Pengaruh alat komunikasi yang begitu canggih harus dihadapi dengan mempertahankan
jati diri bangsa Indonesia, termasuk jati diri bahasa Indonesia. Ini semua
menyangkut tentang kedisiplinan berbahasa nasional,pemakai bahasa Indonesia
yang berdisiplin adalah pemakai bahasa Indonesia yang patuh terhadap semua
kaidah atau aturan pemakaian bahasa Indonesia yang sesuai dengan situasi dan
kondisinya. Disiplin berbahasa Indonesia akan membantu bangsa Indonesia untuk
mempertahankan dirinya dari pengaruh negatif asing atas kepribadiannya sendiri.
Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) saat ini semakin hari semakin berkembang pesat dalam
hal fungsinya yang semakin bermanfaat, dalam bentuk yang semakin bagus dan
penggunaan yang semakin mudah digunakan oleh masyarakat luas. Hal ini yang
membuat banyak masyarakat sangat antusias dalam hal teknologi. Teknologi sama
halnya dengan sebuah gunting, jika digunakan pada kertas dengan cara-cara baik
maka akan menghasilkan sebuah potongan atau karya yang indah pada kertas itu
yang pastinya akan bermanfaat, dan sebaliknya jika kita menggunakan gunting itu
untuk hal-hal negatif, maka gunting itupun dapat melakukan hal-hal yang jelek
pula, yang akan merugikan bagi diri sendiri ataupun bagi orang lain.
Pada dasarnya manusia menggunakan teknologi karena manusia
berakal. Dengan akalnya ia ingin keluar dari masalah, ingin hidup lebih baik,
lebih aman, lebih mudah dan sebagainya. Perkembangan teknologi terjadi karena
seseorang menggunakan akalnya dan akalnya untuk menyelesaikan setiap masalah
yang dihadapinya.
Pada satu sisi, perkembangan dunia IPTEK yang demikian
mengagumkan itu memang telah membawa manfaat yang luar biasa bagi kemajuan
peradaban umat manusia. Jenis-jenis pekerjaan yang sebelumnya menuntut
kemampuan fisik yang cukup besar, kini relatif sudah bisa digantikan oleh
perangkat mesin-mesin otomatis, Demikian juga ditemukannya formulasi-formulasi
baru kapasitas komputer, seolah sudah mampu menggeser posisi kemampuan otak
manusia dalam berbagai bidang ilmu dan aktifitas manusia.
Teknologi mempunyai banyak manfaat dan pengaruh bagi
masyarakat luas,
terutama dalam
hal bahasa.
Sekarang ini di
Indonesia banyak
sekali orang yang menggunakan percakapan dengan artian-artian atau
bahasa-bahasa teknologi
atau bahasa asing.
Semua ini
mempunyai dampak positif dan bisa juga mempunyai dampak negatifnya. Menurut Sunaryo (2000 : 6), “Tanpa adanya bahasa (termasuk
bahasa Indonesia) iptek tidak dapat tumbuh dan berkembang”.
Dengan
adanya teknologi sekarang ini perkembangan bahasa
Indonesia mengalami kemajuan yang cukup besar. Hal
tersebut karena adanya perkembangan teknologi yang kian hari kian canggih
sehingga menimbulkan akulturasi dan pengaruh terhadap perkembangan kosa-kata
bahasa Indonesia. Dengan adanya teknologi, bahasa Indonesia berfungsi sebagai bahasa media masa cetak dan
elektronik, baik visual atau audio, harus memakai bahasa Indonesia. Seperti memberikan informasi-informasi melalui media
internet ataupun televisi dengan ejaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Hal ini tentu berdampak positif bagi perkembangan bahasa Indonesia. sehingga media massa menjadi tumpuan kita dalam menyebarluaskan
bahasa Indonesia secara baik dan benar.
Selain dampak positif
yang ditimbulkan akibat perkembangan teknologi, juga banyak hal yang
mengakibatkan dampak negatif terhadap perkembangan bahasa Indonesia. Salah-satu
contohnya adalah di lingkungan anak muda
yang banyak menggunakan teknologi handphone, yaitu alat untuk berkomunikasi
jarak jauh dengan suara atau pesan singkat atau SMS (short message service). Di
kalangan anak muda bahasa yang digunakan dalam SMS menjadikan bahasa yang baku
menjadi tidak baku dalam penulisannya, sehingga pengaruhnya semakin meningkat
meninggalkan norma yang berlaku sesuai dengan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD).
Sehingga bahasa SMS yang dipergunakan di kalangan anak muda yang tidak sesuai
EYD ini semakin lama semakin meluas yang pada akhirnya merusak kosa-kata dari
bahasa Indonesia.
Tidak bisa dipungkiri bahwa perkembangan
teknologi telah turut serta mempengaruhi perilaku manusia dalam berbahasa.
Media informasi, khususnya yang berupa elektronik, menuntut manusia berpikir
efektif dan efisien dalam menggunakan bahasa sehingga informasi yang
disampaikan bisa cepat, singkat, dan padat. Hal ini tampak dari penggunaan
bahasa pesan singkat atau yang biasa disebut SMS (short message service).
Fenomena penggunaan bahasa gaul ini
sedikit banyak ”menyimpang” dari kaidah-kaidah tata bahasa yang semestinya. Mereka
mungkin berpikiran bagaimana mempersingkat kata-kata agar cepat dalam membalas
pesan dari handphone secara singkat dan padat, yang sebenarnya merusak
kosa-kata bahasa Indonesia itu sendiri. Di kalangan anak muda hal tersebut
sudah biasa dan dapat dengan mudah dimengerti walaupun bentuk singkatan sangat
minim sekali dari kata-katanya aslinya.
Kenyataannya memperlihatkan bahwa SMS di
kalangan anak muda kata-katanya semacam ini: t4 (tempat), c4 (cepat), blz
(balas), dmn (di mana), ap kbr (apa kabar), u (kamu) dan lain sebagainya
digunakan dalam bahasa SMS. Dalam aspek fonologi bahasa SMS, ada proses
pengurangan jumlah suku kata dan pengubahan bunyi baik sebagai akibat dari
penghilangan bunyi vokal akhir ataupun vokal atau suku kata yang ada di tengah
suatu kata. Kata-kata seperti aslm, (assalamualaikum), kbr (kabar), sy (saya),
km (kamu), bls (balas), cpt (cepat), dan sebagainya adalah beberapa contoh dari
penyimpangan fonologi. Kebanyakan bahasa SMS termasuk pada aspek ini.
Terkadang tampak pula modifikasi yang
muncul di wilayah ini seperti penggabungan kata dengan angka yang bertujuan
menyingkat suatu kata dengan tidak mengurangi maknanya. Contohnya adalah t4
(tempat), s7 (setuju), s6 (senam).
Selain itu, dalam aspek morfologi
ada pembentukan kata dengan penggabungan dua kata dan memotong kata menjadi
lebih pendek. Istilah ini disebut blending dan clipping. Contohnya, matkul
(mata kuliah), ftkp (foto kopi), trims (terima kasih), lab (laboratorium),
perpus (perpustakaan), dll. (dan lain-lain).
Kemudian dalam aspek sintaksis, kata
yang kebanyakan muncul dalam kalimat performatif seperti, pg (pagi), mlm
(malam) yang ditulis di awal pesan dan sering kali diikuti tanda seru (!). Kata
selamat ada kalanya diabaikan.
Fenomena penyingkatan dan pemadatan kata
ini ditengarai oleh realita yaitu dunia (alam) informasi yang kita diami
menuntut kita untuk bergerak lebih cepat dengan mencari jalan sependek mungkin
dalam menyampaikan tujuan (berkomunikasi). Di sisi lain, tenaga dan upaya yang
dikeluarkan pun menjadi lebih sedikit atau kecil.
Secara psikologis, fenomena ini juga mempengaruhi
mental pengirim dan penerima pesan. Encoder (pengirim pesan) secara alamiah
selalu memiliki prinsip meminimalkan kata-kata agar lebih efisien. Pengirim
pesan atau penutur selalu ingin menyampaikan pesan (dengan tenaga dan gerak
alat seminimal mungkin). Sementara decoder (penerima pesan) cenderung
menerapkan prinsip berusaha memahami makna dari pesan yang telah dikirim dengan
kerja sekecil mungkin.
Untuk mempertemukan kepentingan dari
encoder (pengirim pesan) dan decoder (penerima pesan) lewat prinsip ini,
diperlukan kompromi atau saling pengertian yang hanya bisa terwujud jika ada
konvensi bahasa yang disepakati bersama-sama.
Dampak perkembangan teknologi semacam ini yang
memberikan dampak positif dan negatif terhadap penggunaan bahasa Indoneisa
terutama di kalangan anak muda. Hal ini perlu di kendalikan dengan rasa
memiliki dan kesadaran dari masyarakat Indonesia. Dengan mempunyai rasa
memiliki, maka masyarakat Indonesia terutama di kalangan anak muda tidak merasa
malu bila menggunakan bahasa Indonesia secara baku. Terlebih bahasa Indonesia
merupakan salah satu identitas dari bangsa Indonesia. Berikut
ini adalah dampak positif perkembangan bahasa Indonesia yang ditimbulkan akibat
dari perkembangan teknologi :
1. Mailing
list adalah tukar menukar pesan atau diskusi melalui email secara elektronik.
Diskusi yang dilakukan bisa berupa artikel. Pengaruh positif terhadap
perkembagan bahasa Indonesia adalah dalam penulisan artikel pengguna akan
menggunakan bahasa Indonesia dan menerapakan kaidah penulisan artikel sehingga
artikel yang dihasilkan akan mudah dibaca atau dipahami oleh pembaca.
2.
Semakin
diperkaya dengan berbagai konsep baru dari luar yang kita terjemahkan dalam
bahasa Indonesia, atau jika menemui kesulitan, kata-kata asing yang mengandung
konsep baru itu kita ambil alih dan kita sesuaikan dengan bahasa kita, dengan
kata lain menjadi kata serapan. Contohnya kata information (bahasa
inggris) menjadi informasi (bahasa indonesia).
3.
Penyiar berita
membawakan acaranya dengan bahasa yang baik termasuk intonasinya akan
mempengaruhi pemirsa yang menyaksikan acara TV tersebut. Teknologi yang
digunakan banyak diserap pemirsa sehingga penyebaran bahasa Indonesia semakin
berkembang dan dapat diterima.
4.
Mengangkat
bahasa Indonesia kejenjang dunia atau tingkat internasional. Dengan teknologi
internet terutama dalam pembuatan web, blog atau artikel menggunakan bahasa
Indonesia, maka akan dilihat oleh pengguna internet (user) tentang situs
tersebut yang menggunakan bahasa Indonesia.
Adapun dampak negatif perkembangan bahasa
Indonesia yang ditimbulkan akibat dari perkembangan teknologi :
1. Faktor
dari media, baik cetak maupun elektronik. Tak dapat disangkal lagi, media
memiliki daya sugesti yang begitu kuat terhadap publik. Bahkan, saat ini tidak
sedikit orang yang memiliki ketergantungan informasi terhadap media. Tak
berlebihan kalau dikatakan bahwa bahasa media memiliki pengaruh yang cukup
besar terhadap penggunaan bahasa publik. Sekarang ini bila kita lihat dalam
media elektronik seperti film yang banyak menggunakan bahasa gaul, dan jarang
sekali ada yang menggunakan bahasa Indonesia yang baku. Missal : saya menjadi
gw, anda menjadi lo. Kemudian bisa di lihat dunia maya seperti blog-blog di
dalam internet banyak sekali yang penulisan dalam blognya tidak baku atau tidak
sesuai dengan EYD melainkan menggunakan bahasa gaul.
2. Akibat
merebaknya gejala tuturan Indonesia-English yang dilakukan, entah dengan
sengaja atau tidak. Dan di era globalisasi ini yang banyak menggunakan bahasa
inggris atau bahasa asing baik di lingkungan keluarga, sekolah, perusahaan-perusahaan
sehingga menyebabkan bahasa Indonesia terkikis sedikit demi sedikit. Maka tidak
heran kalau banyak masyarakat yang bangga bila bisa menguasai bahasa asing dari
pada bahasa Indonesia.
3. Lingkungan
sekitar. Indonesia memiliki berbagai kepulauan dan setiap pulau memiliki ciri
bahasa tersendiri. Walapun bahasa Indonesia merupakan bahasa nasional tapi
tidak sedikit masyarakat Indonesia yang menggunakan bahasa daerahnya bukan
menggunakan bahasa Indonesia.
4. Kurangnya
rasa cinta terhadap bahasa Indonesia itu sendiri. Banyak warga Negara Indonesia
yang lebih suka dan mencintai bahasa asing dari pada bahasa Indonesia. Hal-hal
tersebut terus berlangsung terhadap penggunaan bahasa Indonesia maka dapat
menyebabkan kepedulian terhadap penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar
makin menipis dan penggunaan bahasa Indonesia-pun kian menyempit. Mungkin
generasi – generasi di bawah kita nanti yang lebih suka menggunakan bahasa
Inggris dari pada bahasa Indonesia. Jika sudah demikian maka rasa cinta
terhadap bahasa Indonesia akan hilang.
Kesimpulannya adalah Pada dasarnya teknologi diciptakan untuk memudahkan pekerjaan
manusia. Namun terkadang teknologi yang diciptakan oleh manusia tidak semuanya
membantu, lambat laun akan menjadi bom waktu yang siap meledak. Pada satu sisi,
perkembangan teknologi telah membawa manfaat yang luar biasa bagi kemajuan
peradaban manusia, pekerjaan yang sebelumnya menuntut kekuatan dan kemampuan
fisik, kini sudah bisa digantikan oleh perangkat mesin otomatis.
Semakin majunya
teknologi didalam kehidupan kita, yang sangat membantu pekerjaan sehari-hari
manusia, di sisi lain teknologi juga menyebabkan kebakuan bahasa Indonesia itu
semakin disisihkan. Selain itu juga, pengaruh teknologi terutama teknologi
informasi dan teknologi komunikasi terhadap perkembangan bahasa Indonesia mempunyai
dampak positif dan dampak negatif.
Pengaruh positif
perkembangan teknologi terhadap bahasa Indonesia antara lain : pengaruh bahasa
asing dijadikan bahasa serapan dalam bahasa Indonesia, pemanfaatan internet
sebagai media diskusi dalam pembahasan bahasa Indonesia, memudahkan pengguna
dalam menerjemahkan bahasa Indonesia dengan teknologi mesin penerjemah.
Selain itu pengaruh
negatifnya perkembangn teknologi terhadap perkembangn bahasa Indonesia yaitu
dari media cetak maupun elektronik, lingkungan sekitar yang sering menggunakan
bahasa selain bahasa Indonesia, bahasa asing yang gencar di sebarkan lewat
media memberi dampak kuranganya kepercayaan diri dalam menggunakan bahasa
Indonesia.
Sebagai generasi penerus bangsa, semestinya kita
menjaga salah satu identitas Bangsa Indonesia, dengan tidak merusak tatanan
dalam kosa-kata bahasa Indonesia dengan menyelipkan bahasa asing ketika
berdiskusi ataupun berbicara dengan orang lain. Selain itu kita seharus
melestarikan bahasa Indonesia ini dengan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari
dengan berpedoman pada Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). Selain itu mari kita
manfaatkan teknologi sebaik mungkin agar dapat membatu pekerjaan dengan
semestinya dan tetap kembangan bahasa Indonesia dengan bantuan teknologi sesuai
EYD bahasa Indonesia.
DAFTAR PUSTAKA
Diansah, Nur. “Manfaat
Perkembangan Teknologi”. [online]. Tersedia:
http://nur-diansah.blogspot.com/.
[Diakses: 24 juni 2014].
Purbayadhyfha, Fredy. “Fungsi
dan Peranan Bahasa Indonesia Dalam Era Globalisasi”. [online]. Tersedia: http://fredypurbayadhyfha.wordpress.com/2012/04/24/fungsi-dan-peran-bahasa-indonesia-dalam-era-globalisasi/.
[Diakses: 23 juni 2014].
Saputra. (2011). “Pengaruh
Teknologi Terhadap Bahasa di Kalangan Pelajar”. [online]. Tersedia: http://s4putr4.blogdetik.com/2011/11/19/pengaruh-teknologi-terhadap-bahasa-di-kalangan-pelajar/.
[Diakses: 16 juni 2014].
Tenacious, Arul.
(2010). “Pengaruh Teknologi Terhadap Perkembangan Bahasa Indonesia”. [online].
Tersedia: http://arultenacious.blogspot.com/2010/11/pengaruh-teknologi-terhadap.html.
[Diakses: 16 juni 2014].
Wibowo, Sakti. (2010).
“Dampak Penyerapan Teknologi Terhadap Pemakaian Bahasa Indonesia”. [online].
Tersedia: http://saktiwibowo.wordpress.com/2010/11/28/dampak-penyerapan-teknologi-terhadap-pemakaian-bahasa-indonesia/. [Diakses: 16 juni 2014].